5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Masa Depan dari Kecerdasan Buatan

unnamed

Qualcomm Technologies memaparkan lima poin menarik yang dapat menjelaskan peran perusahaan dalam memperluas keberadaan AI dalam perangkat (on-device) menjadi lebih lumrah, mendiskusikan topik mulai dari kemampuan AI dan dampaknya terhadap pekerjaan hingga 5G dan fiksi ilmiah.

1. Kita masih berada di tahap awal kecerdasan buatan dan kemampuannya untuk menyerupai otak manusia.
Banyak mesin yang kita miliki saat ini, para komponen yang menjalankan ponsel, dan yang ada di awan (cloud) belum benar-benar sepantar dengan otak manusia yang sesungguhnya. Banyak pengukuran yang terus dikembangkan tetapi masih jauh dari mendekati kemampuan [otak]. Kemudian muncul pertanyaan yang masih harus dijawab, “Sejauh mana kita dapat menggunakan arsitektur semacam itu dan seberapa dekat kita akan berhasil?”

Nantinya akan sampai pada titik, dalam beberapa cara yang terbatas, ia dapat melewati uji coba Turing dan ketika Anda hanya memiliki input dan output terbatas, Anda tidak bisa lagi membedakan antara mesin dan manusia yang menjawab di ujung telepon. Tapi, perjalanan masih panjang dan ada sebagian orang dengan kredibilitas tinggi yang percaya bahwa kita tidak bisa mendapatkan kreatifitas, imajinasi dan hal semacamnya dengan hanya merangkai sejumlah AND gates*, yang merupakan dasar logika pemrograman komputer, dan elemen pemrosesan, tetapi kita benar-benar perlu beralih ke deskripsi yang lebih mendasar yang melibatkan gravitasi kuantum dan efek lainnya.

Sayangnya, sebagian besar mesin yang kita miliki sekarang tidak dapat melakukan itu. Jadi, sementara kita memiliki peta jalan yang luas di depan mata, dan juga aplikasi-aplikasi luar biasa, masih akan membutuhkan beberapa saat untuk sampai akhirnya kita bisa menciptakan suatu penemuan menyerupai otak yang nyata.

2. Kemampuan AI yang tersedia saat ini merevolusi komputasi.
Apa yang akan tiba dalam waktu dekat adalah banyak peningkatan kemampuan dengan adanya teknik kecerdasan buatan yang menggantikan pemrosesan sinyal tradisional di banyak bidang. Tentunya, kita menggunakannya untuk gambar dan suara. Selain itu, kita sekarang juga menggunakannya di dalam kamera, modem, pengendali, dan manajemen kompleks dari complex systems.

3. AI meningkat drastis, menciptakan peluang yang luar biasa.
Kemajuan AI hadir sangat cepat karena adanya sifat eksponensial. Anda akan mendapatkan mesin-mesin dengan daya pemrosesan dan memori yang meningkat secara luar biasa. Jadi, Anda telah mendapatkan semua kombinasi hal tersebut dengan peningkatan algoritma, terlebih adanya minat yang luar biasa dalam industri ini yang menarik banyak sekali lulusan. Produk yang dihasilkan dari semua efek ini akan menyebabkan peningkatan yang sangat amat cepat.

4. AI dalam perangkat (on-device) sangat penting, tetapi AI awan (cloud) dan konektivitas luas juga memiliki peran krusial yang saling melengkapi

Ketika kemampuan kecerdasan buatan tersedia dalam lingkungan mobile dimana saja dan dengan biaya yang terjangkau, maka Anda akan memiliki hal-hal luar biasa. “Kendaraan otonom” adalah contohnya karena itu merupakan bentuk mobile yang membutuhkan banyak daya pemrosesan, sekaligus pemrosesan dalam perangkat (on-device). Namun pada saat yang sama juga perlu kemampuan luar biasa pada jaringan dengan tingkat keandalan yang tinggi dan lingkungan berlantensi rendah. Selain itu, dalam banyak kasus, pengguna juga ingin memiliki kemampuan mumpuni dalam cloud, jaringan, atau pada perangkat.

Ada banyak skenario ketika pengguna ingin dapat melakukan beberapa pemrosesan di dalam perangkat, sebuah hal yang dapat membuat perangkat lebih kuat atau lebih ekonomis. Ada variasi aplikasi di bidang pendidikan, hiburan, permainan, manajemen sumber daya seperti sumber energi dan listrik, pemanasan (heating) dan pendinginan (cooling). Jadi, hal ini benar-benar luas, dan kombinasi dari konektivitas dari on-device AI ini akan benar-benar terjadi.

5. Kecerdasan buatan akan meningkatkan produktivitas dan memiliki dampak positif bagi kemanusiaan

Kita sedang berada di masa yang mana mesin-mesin mampu menggantikan banyak pekerjaan manual dan berulang yang ada, bahkan dengan pemrosesan yang digunakan sekarang, berdasarkan neural network dan Support Vector Machines (SVM). Keseluruhan masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan dari hal tersebut, dan ada beberapa kelompok yang perlu mendapat perhatian karena adanya migrasi. Memang belum tentu pergantian ini terjadi secara serentak, namun pada dasarnya efek dari perubahan ini akan berdampak positif. Qualcomm akan semakin memberdayakan sumber daya manusianya dengan lebih efisien, menyediakan layanan dan kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya. Nantinya yang akan terus terjadi justru kekurangan keterampilan dibandingkan.


Drones + 5G: Langit Adalah Batasannya

Di kebanyakan kasus, banyak hidup yang diselamatkan berkat bantuan dan usaha dari warga sekitar. Hal itu membuat skala dan ketersediaan konektivitas mobile menjadi sesuatu yang amat penting. Adanya konektivitas 5G akan memungkinkan penggunaan drone di seluruh dunia untuk membantu menyebarkan Internet ke area yang tidak memiliki cukup konektivitas. Teknologi ini dalam tahap uji coba dan konektivitas melalui 5G akan membuatnya dapat diandalkan. Beberapa drone akan dapat terbang secara mandiri dalam jarak dekat untuk memastikan tidak ada kesenjangan dalam distribusi sinyal, dan teknologi pemantauan jarak jauh akan menjaga armada transmisi drone bekerja dengan baik.

Pemerintah dan organisasi bantuan bencana akan menggunakan drone yang terhubung dengan 5G dalam upaya bantuan darurat. Drone di langit akan berkomunikasi dan berbagi data secara real-time dengan satu sama lain dan dengan tim di lapangan, yang dapat meningkatkan kecepatan dan efektivitas misi pencarian dan penyelamatan. Contohnya, manajer bantuan bencana dapat dengan aman mengirim tim penyelamat, dengan cepat memperkirakan tingkat kerusakan struktural dan puing-puing, sekaligus mendistribusikan sumber daya dengan lebih baik. Sebagai salah satu bentuk peristiwa nyata, setelah gempa Haiti tahun 2010, orang-orang menggunakan konektivitas nirkabel untuk membuat peta berbasis urun daya (crowdsource) untuk membantu memandu para tim penyelamat.
    
Penggunaan drone pertama dalam upaya bantuan terjadi pada tahun 2005 saat Badai Katrina ketika drone digunakan untuk pencarian, pengintaian, dan pemetaan.

Ketika smartphone dibutuhkan untuk bisa menjadi perangkat yang mumpuni untuk membantu para penggunanya tetap terhubung dengan kerabat dan keluarga, membantu sesama, mengalokasikan bantuan darurat, dan menavigasi ke lokasi yang lebih aman saat bencana terjadi, produk yang ada di pasaran saat ini tidak dipersiapkan untuk beroperasi di lingkungan bencana. Hal ini disebabkan oleh tantangan manajemen daya dan konektivitas yang membuatnya tidak dapat mencapai potensinya sebagai alat telekomunikasi. Manajemen daya menjadi salah satu sorotan tersendiri, karena masa hidup ponsel saat ini sudah cukup singkat dan beberapa fitur seperti penggunaan intensif, fitur navigasi, kehilangan daya dan konektivitas buruk di wilayah bencana memperparah masa hidup baterai. Dengan demikian, memastikan cip ponsel pintar mendukung untuk bekerja dengan baik dalam menghemat penggunaan daya serta menyambungkan koneksi terbaik tanpa mengambil terlalu banyak bandwidth jaringan menjadi sangat krusial.

Last modified on Friday, 07 December 2018 07:01

Go to top