Begini Cara Foto Landskap Kota yang Benar dengan Huawei P30 Series

sukimin1

Jakarta adalah kota yang indah. Dikenal sebagai Kota yang Tak Pernah Tidur, Jakarta adalah tempat yang disebut rumah oleh lebih dari 10 juta orang. Orang-orang yang tinggal di sini adalah kelompok pekerja yang paling keras di Indonesia, begitu rupa sehingga mereka tampaknya tidak tahu kapan harus memperlambat diri dan beristirahat sesekali.

Sangat disayangkan. Mengapa? Sebab ketika menjalani hidup yang serba cepat, seringkali mereka tak punya waktu untuk menghargai apa yang ada di sekitarnya. Sementara Jakarta memang agak kurang dalam hal lahan hijau, kita tak perlu pemandangan hijau untuk menemukan keindahan di sekitar; hutan beton pun bisa menghasilkan visual yang menarik.

Jakarta pada malam hari memiliki pesonanya sendiri yang memikat mata—selama Anda mau meluangkan waktu untuk melihat sejenak, Anda akan menemukan keindahan di setiap sudut. Tidak hanya dari taburan cahaya lampu gedung-gedung, jejak lampu lalu lintas dari jalan yang tidak pernah kosong bisa menjadi pemandangan yang cukup indah ketika Anda merekamnya melalui lensa kamera Anda.

Sementara pikiran kita mampu merekam apa saja yang kita lihat setiap hari, dunia yang sama sekali baru menunggu dalam fotografi. Dalam hal ini tempat tinggal kita, Jakarta, akan menjadi tempat yang tepat untuk menjelajahi fotografi Cityscape. Di antara waktu menekan tombol, Anda dapat menyesuaikan pencahayaan, warna, komposisi, kedalaman bidang, kecepatan rana, dan begitu banyak parameter untuk menangkap sesuatu yang terlihat dan terasa baru setiap waktu.

Sudah lama fotografi terasa mahal. Pertama Anda mesti punya kamera, seperangkat lensa, dan peralatan yang sesuai bukanlah barang murah. Ada juga peralatan lain seperti tripod, lampu kilat, dan reflector, yang harganya bisa dengan cepat naik saat Anda baru saja memulai.

Jadi apa yang membuat sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai? Smartphone, atau kameranya, lebih tepatnya. Kamera adalah fitur pokok dalam perangkat modern, dan kemampuannya telah berkembang dengan sangat cepat.

Sebagai contoh, teknologi kamera paling canggih yang terdapat dalam smartphone HUAWEI P30 Pro—sistem quad camera dari Leica. Di dalam tubuhnya yang ramping, HUAWEI P30 Pro memiliki kamera utama 40MP yang dilengkapi HUAWEI SuperSpectrum Sensor, lensa ultra-wide angle 20MP, lensa telefoto 8MP yang diperkuat lensa SuperZoom dan sebuah kamera HUAWEI ToF. Seluruh sensor, susunan lensa, image signal processor (ISP), dan neural processing unit (NPU) yang baru ini bekerja bersama untuk menghasilkan foto dan video yang luar biasa.

Sukimin Thio Ajak Pengguna Huawei Abadikan Jakarta Dari Sudut Pandang yang Berbeda

Diuntungkan dengan keindahan lampu lampu gedung kota Jakarta, serta jajaran lampu mobil yang memenuhi jalanan tentu sangat membantu pengguna yang gemar mengabadikan foto cityscape. Kemampuan yang dimiliki oleh HUAWEI P30 Pro juga membuat foto-foto cityscape lebih mudah diabadikan dengan fitur-fitur kamera yang berlimpah.

Salah satu fotografer yang menekuni konsep cityscape adalah Sukimin Thio. Dia telah memandu sekitar 40 orang pengguna smartphone Huawei pada hari Sabtu (11/5) kemarin untuk menjajal kamera smartphone Huawei dalam menangkap foto cityscape dalam workshop NEXT-IMAGE Masterclass di All Seasons Hotel, Jakarta.

Para peserta sangat antusias mengikuti paparan demi paparan Sukimin Thio, khususnya saat dia berbicara soal pengalamannya menggunakan kamera smartphone HUAWEI P30 Pro yang telah digunakannya selama beberapa waktu. “Saya suka performa HUAWEI P30 pro dalam low light dan favorit saya adalah fitur ultra-wide lens, night mode, dan up to 10x hybrid zoom,” tuturnya.

Menurut dia, konsep fotografi ini sangat menarik untuk dipelajari dan diterapkan. "Foto cityscape ini banyak yang orang suka melihat hasilnya, foto bagus yang bisa dipotret tanpa harus pergi jauh-jauh," tuturnya. "Di sekitar kita ada banyak obyek foto yang bagus."

Selanjutnya para peserta diajak untuk mempraktikkan konsep fotografi cityscape dari restoran rooftop tersebut dan mengabadikan berbagai sudut kota Jakarta pada malam hari. Sukimin Thio dengan sabar memandu dan meladeni pertanyaan para peserta untuk menemukan sudut pandang terbaik dan hasil yang maksimal.

sukimin2

Tips Fotografi Cityscape Ala Sukimin Thio
Sukimin Thio mengatakan ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk memotret cityscape dengan hasil yang bagus:

  • Pahami dasar-dasar fotografi. Khususnya rumus exposure triangle, yang terdiri dari: ISO, shutter speed, dan aperture. Pelajari pelan-pelan sampai mengerti betul dan nantinya kita akan menemukan karakter fotografi kita sendiri.
  • Pahami soal komposisi
  • Dapatkan lebih banyak referensi.
  • Dengan cara mengikuti berbagai pelatihan, atau mencari informasi tentang foto-foto cityscape dari Internet atau media sosial.
  • Pertahankan garis lurus
  • Garis-garis vertikal dan horizontal yang ada dalam foto harus lurus. Sebab, Gedung pada dasarnya adalah lurus.
  • Gunakan lensa sudut lebar.
  • Smartphone canggih macam HUAWEI P30 Pro, kata Sukimin Thio, sangat membantu dalam fitur ini.
  • Gunakan satu leading line, yang mengarahkan mata orang yang melihat foto kita kepada obyek foto yang sebenarnya mau kita tonjolkan.
  • Lihatlah dengan berbeda. Sebelum pergi ke satu lokasi, cari dulu referensi foto-foto yang pernah diterbitkan mengenai lokasi tersebut. Lalu, usahakanlah memotret tempat tersebut dengan berbeda. Caranya, bisa dengan mengubah pencahayaan, memberikan framing baru, dan sebagainya.

Berikut adalah panduan saat Anda ingin menjajal foto cityscape dengan smartphone HUAWEI P30 Pro:

Optimalkan Mode Pro atau Gunakan Mode Malam di Huawei P30 Series
Biasanya diperlukan long exposure dengan kecepatan rana agar kamera dapat mengumpulkan cahaya cukup di waktu malam hari. Teknik ini juga membuat benda bergerak seperti awan atau air terlihat mulus, buram karena gerakan alami. Lampu-lampu kendaraan di jalanan pun akan tampak seperti kilatan cahaya panjang.

Huawei P30 Pro juga memiliki fitur night mode yang mumpuni untuk menghasilkan fotografi malam yang bagus dengan detail yang mengesankan serta mengurangi noise dengan baik. Menariknya, semua itu bisa dicapai tanpa eksposur yang panjang. Dibandingkan dengan smartphone sekelas, menurut website benchmarking kamera smartphone, DxOMark, HUAWEI P30 Pro mencapai tingkat detail yang lebih tinggi pada hampir semua kondisi cahaya. Kombinasi fitur night mode dengan cityscape, kata Sukimin, adalah perpaduan yang harmonis.

Manfaatkan lensa ultra wide dan superzoom, terapkan pula bokeh
Fotografi cityscape identik dengan sudut pandang lebar lensa ultra-wide yang membuat skenario yang diciptakan menjadi lebih dramatis. Namun tak melulu mengenai ultra-wide, lensa zoom juga dapat berguna apabila pengguna ingin membingkai potongan pemandangan sesuai dengan selera dan dapat dilakukan melalui perspektif tele. Sebaliknya, lensa tele atau super-zoom bisa dipakai untuk fokus ke satu area dan memberi efek background compression yang membuat obyek di latar belakang tampak besar. Tapi tak dilarang pula memakai aperture lebar untuk memainkan efek depth of field alias bokeh

Fitur utama dari Huawei P30 Series yang dapat diandalkan untuk melakukan pemotretan cityscape, kata Sukimin, adalah lensa ultra-wide angle dan zoom. Sebab, dalam memotret pemandangan kota, jelas dibutuhkan lensa yang bisa menjangkau dengan lebih lebar. Sistem quad camera dari Leica yang diusung oleh HUAWEI P30 Pro akan mengakomodir penggunanya untuk merekam pemandangan perkotaan ini dengan mengesankan. Sistem kamera ini terdiri dari Super Sensing Camera 40 MP, lensa Ultra Wide Angle 20MP yang setara dengan lensa 16mm, lensa telefoto 8 MP, dan kamera HUAWEI ToF.

Tak hanya itu, lensa untuk portrait juga dapat dimainkan di sini. Dengan bokeh, pengguna dapat menunjukkan dan memberikan beda kedalaman antara jarak dekat dan jarak jauh dari kumpulan gedung yang ditangkap. Kamera HUAWEI ToF melakukannya secara lebih baik dengan menampilkan layer dan menambahkan kualitas artistik pada foto. Berdasarkan pada kemampuan defocusing pada kamera HUAWEI ToF, HUAWEI P30 Pro mampu menghasilkan efek bokeh yang multi-level. Semakin jauh suatu objek dari bidang fokus, semakin kuat efek bokehnya, menambah rasa kedalaman pada gambar.

Saat fokus pada suatu subyek, kamera akan membuat efek bokeh lembut di latar belakang. Kedalaman bidang yang dangkal juga menambah kelembutan pada pencahayaan, memberi mereka karakter yang memukau sambil menyeimbangkan ketajaman dan efek blur. Sumber cahaya juga di-blur untuk menciptakan efek artistik yang mirip dengan bintik-bintik cahaya yang indah, serta efek bokeh pada latar belakang yang lebih alami dan lebih kaya dengan lapisan.

Pilih sudut pandang yang berbeda
Apabila suatu tempat yang dikenal untuk mengambil foto cityscape, biasanya foto yang dihasilkan akan terlihat serupa antara satu sama lain. Tipsnya, kata Sukimin, adalah berusaha tak menghasilkan foto yang sama dengan orang lain dari sisi angle dan semacamnya. Pemotret bisa menambahkan aksen low exposure misalnya, untuk memperlihatkan gerakan awan di atas gedung misalnya. Kalau hasilnya terlalu mainstream, maka foto cityscape akan terlihat biasa saja dan kurang menarik.

Pilih waktu dan tempat yang tepat
Setelah dibekali dengan perangkat yang mumpuni dan skill yang semakin terasah, pemilihan tempat dan waktu pengambilan foto akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari foto cityscape. Untuk mendapatkan nuansa biru pada langit menjelang malam, pemotretan bisa dilakukan pada "blue hour", yaitu saat senja atau di mana keadaan mulai gelap namun lampu-lampu gedung di sekitar sudah menyala.

Go to top