Review Asus ZenFone Max Pro M1: Spek Bertenaga, Harga Menggoda

asuszenfonemaxprom101

Tak banyak produk yang memiliki keberanian untuk 'mengganggu' Xiaomi di segmen smartphone budget dengan spesifikasi memadai. Jika tidak harganya yang kemahalan, biasanya spesifikasinya terlalu rendah. Salah satu brand yang berpotensi 'merusak' pesta Xiaomi adalah ASUS, yang baru saja menelurkan produk terbarunya, ASUS Zenfone Max Pro M1. 

Orang akan segera membandingkan Max Pro M1 ini dengan Redmi Note 5, mengingat jeroannya yang mirip-mirip dengan harga hanya terpaut beberapa ratus ribu. Lalu, apa yang membuat kompetitor ASUS Zenfone Max Pro M1 harus khawatir?

ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar seluas 6 inci beresolusi Full HD+ berbezel tipis dengan tubuh berukuran 5,5 inci. Di dalamnya ada prosesor Snapdrgon 636 yang merupakan seri terbaru dari prosesor untuk mobile platform keluaran Qualcomm. Smartphone ini juga didukung oleh 5 magnet speaker dengan teknologi yang dinamakan NXP smart amplifier, serta fitur face recognition sebagai pengamanan. Fitur-fitur tersebut, dikombinasikan demi memberikan pengalaman penggunaan yang maksimal kepada pengguna dengan tetap mempertahankan harga yang terjangkau.

Kelebihan lainnya, bagian luar casing ZenFone Max Po telah terbuat dari metal. Seluruh konstruksi antara gain gaps, tombol samping dan headphone jack semuanya telah menjalani pengujian yang ekstensif. Hal ini memastikan bahwa tidak ada detail yang terlewatkan, sehingga memaksimalkan pengalaman pengguna dan hasil produksi.

asuszenfonemaxprom102

Paket Penjualan     : Charger, kabel data, buku manual, kartu garansi, clear case, pin ejector

Warna             : Deepsea Black, Meteor Silver
Harga             : Rp 2.299.000

Desain

asuszenfonemaxprom104

ASUS Zenfone Max Pro M1 mengusung layar dengan aspek rasio 18:9. Guna memberikan ruang lebih pada layar, M1 menghilangkan tombol, fisik home di bagian bawah. Bezel bagian kanan dan kirinya terlihat tipis dan elegan, sementara bezel bagian atas dan bawahnya agak lebih lebar namun masih terlihat elegan. Terdapat sensor kamera depan dan sejumlah sensor lainnya di bezel bagian atas, sedangkan bezel bawah layar bersih dari berbagai fungsi

asuszenfonemaxprom103

Di bagian belakang, terdapat sensor kamera ganda dengan posisi vertikal yang diikuti oleh lampu kilat LED berada tepat pada sudut kiri bagian atas perangkat. Juga terdapat sensor pemindai sidik jari yang beara tepat di bagian tengah. Material berbahan metal yang digunakan di bagian belakang terasa kesat dan tidak gampang tergelincir. Meski demikian, permukaannya gampang sekali meninggalkan noda jari dan keringat saat disentuh. Beruntung di dalam paket penjualan sudah ada soft case berwarna transparan yang bisa Anda pasangkan dengan mudah.

Tombol daya dan pengatur volume diletakkan pada sisi kanan, sementara slot kartu berada di bagian kiri. Mengakomodasi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan besar, ASUS menyediakan slot kartu microSD yang terpisah dari dua slot nano SIM yang dibekalkan. Adapun untuk port microUSB dan audio 3.5mm terlihat berada di bagian bawah bersama-sama dengan celah speaker. Sedangkan untuk bagian atas hanya dihuni oleh mikrofon peredam kebisingan (dedicated noise cancellation mic).

Layar Full HD+ Didukung Cristal Clear 2K Resolution
Resolusi maksimum tampilan ponsel cerdas dapat menjadi batasan untuk kualitas grafis dari satu video ataupun permainan. Jika layar hanya dapat mendukung resolusi HD, maka tidak ada gunanya memutar video beresolusi 2K atau dengan kualitas tinggi diatasnya. Sebab perangkat hanya memutar ulang kontek pada grafis HD.

Inilah sebabnya mengapa ZenFone Max Pro dilengkapi dengan layar layar ultra-slim berukuran 1660x1080, Full HD+ ultra-tipis dengan aspek ration 18:9. Kecerahan layar naik hingga 450 nit, dan memiliki rasio kontras 1500: 1. Demikian pula dengan tingkat reproduksi color gamut NTSC dari sang panel yang cukup tinggi hingga 85%. Sebagian besar ponsel kelas menengah di pasar memiliki layar HD 5,45 inci atau 5,7 inci. Sangat sedikit yang dilengkapi dengan layar beresolusi tinggi tanpa panel.

display-Asus-ZenFone-Max-Pro-M1

 

Beralih pada pengaturannya, pengguna dapat mencoba mengatur tingkat warna yang dipancarkan oleh layar mulai dari Warm (hangat) sampai Cool (sejuk). Sementara mode malam yang dibenamkan juga dapat Anda aktifkan secara otomatis ataupun manual. Selebihnya adalah pengaturan screen saver, ukuran huruf dan ukuran tampilan yang merupakan bawaan dari sistem operasi Android Oreo.

Android Oreo Minus ZEN UI
Melenggang dengan sistem operasi Android Oreo, ZenFone Max Pro M1 menanggalkan antarmuka racikan sang vendor yang selama ini sudah jadi ciri khas dari ponsel buatan pabrikan elektronik yang lebih dikenal sebagai produsen laptop ini. Langkah besar ini tentu secara langsung berimbas pada sejumlah aplikasi dan fitur bawaan yang sebelumnya dapat pengguna temui dari sang perangkat. Dari layar depan, Anda akan mendapati tampilan polos Android Oreo tanpa embel-embel tema seperti ponsel ASUS sebelumnya.

OS-dan-UI

Di luar tema yang kini menghilang, ZenFone Max Pro M1 juga tidak lagi mengusung sejumlah aplikasi bawaan seperti galeri, file manager, kontak hingga ASUS WebStorage. Fitur lain seperti kelola aplikasi, app lock, hide app, game genie, page marker dan twin apps juga turut lenyap dari sang perangkat. Mode satu tangan dan kontrol gerakan (motion gesture) berjuluk Zen Motion yang memudahkan pengguna untuk mengakses aplikasi cukup dengan gerakan jari di atas layar juga tidak lagi dibenamkan dalam smartphone ini.

Meski demikian sejumlah aplikasi bawaan masih terus dipertahankan keberadaannya yang diantaranya meliputi perekam suara, kamera, kalkulator dan radio FM. Aplikasi media sosial seperti Facebook, Facebook Messenger dan Instagram juga ikut dijejalkan ke dalam perangkat serta tidak akan bisa pengguna hapus (uninstall) dari Play Store. Tidak lupa pula aplikasi pembaca berita lokal yang turut hadir untuk melengkapi tingkat kandungan lokal dari smartphone ini.

Chipset Qualcomm Snapdragon 636

hardware-Asus-ZenFone-Max-Pro-M1

Memiliki label harga yang bersahabat tidak lantas membuat sang pabrikan harus berkompromi dengan performa yang disuguhkannya. Dapur pacu dari smartphone ini bahkan telah menggunakan custom core Kryo 260 berbasis Cortex-A73 yang sebelumnya diwariskan dari prosesor Qualcomm Snapdragon seri 800. Berisikan delapan inti prosesor, tenaga pacunya menggunakan arsitektur big.LITTLE yang terdiri dari empat Cortex-A73 dengan clock speed 1.8GHz dan empat inti sisanya berkecepatan 1.6GHz berjenis Cortex-A53. Dengan demikian untuk menangani kinerjanya dapat saling bergantian antara Cortex-A73 yang lebih menjanjikan performa serta Cortex-A53 yang lebih unggul dari sisi konsumsi daya yang jauh lebih efisien.

benchmark-Asus-ZenFone-Max-Pro-M1

Perangkat yang saat ini Kami uji hanya menggunakan paduan RAM 3GB serta memori internal 32GB. Beruntung pengguna masih dapat memperluas ruang memori dengan memasang kartu microSD pada slot terpisah yang disediakan. Pihak ASUS bahkan mengklaim bahwa perangkat ini sanggup membaca kartu memori dengan kapasitas hingga 2TB.

Paduan kapasitas RAM 3GB dengan sistem operasi Android Murni tentu membuat perangkat ini tampak lebih gegas dengan boot time yang lebih singkat. Memori yang tersisa tentu tidak akan tersedot untuk menjalankan bloatware atau aplikasi bawaan yang banyak bersarang di ZEN UI. Supaya lebih jelas, Anda bisa melihat hasil uji benchmark lewat tabel yang dilampirkan.

Antutu v6.2.7

11485

GeekBench 4

Single-core: 1332

Multi-core: 4833

Compute: 4557

PC Mark (Work 2.0 Performance)

5823

3D Mark (Sling Shot Extreme)

Open GL ES 3.1: 927

Vulkan: 755

BaseMark II OS II

1924 (overall)

Sebagai ponsel gaming, ZenFone Max Pro M1 diklaim memiliki sensor Gyroscope, meski pada sebagian unit contoh yang disediakan untuk keperluan media review belum memilikinya. Kendati demikian pihak ASUS menjanjikan bahwa unit yang tersedia untuk dibeli oleh konsumen akan langsung dilengkapi oleh sensor dimaksud.

Asus-ZenFone-Max-Pro-M1-fitur-kusus

Bertenaga baterai dengan kapasitas jumbo sebesar 5000mAh, secara teoritis, chip Qualcomm Snapdragon 636 yang digunakannya telah mendukung fitur pengisian daya super cepat Quick Charge 4.0. Namun demikian dalam paket penjualannya tampaknya ASUS belum menyertakan charger yang telah mendukung teknologi dimaksud. Walau demikian kecepatan pengisian dayanya terbilang cukup singkat yakni hanya menghabiskan waktu 2 jam 42 menit dari posisi baterai kosong.

Jenis Aktivitas

Persentase pengurangan

Game HD Play

15

Browsing 3G/4G

 

Video HD Playback

8

Music Playback

4

Performa Baterai 5000 mAh
Sangat sedikit pabrikan smartphone yang dapat menyesuaikan perangkat mereka dengan baterai 5000 mAh. Tetapi ASUS telah menggunakan baterai berkapasitas tinggi dalam seri ZenFone Max Pro M1 sejak 2015. 

Pengujian yang dilakukan oleh ASUS telah menunjukan bahwa baterai 5000 mAh dapat tetap siaga dalam jaringan 4G selama 35 hari, atau 42 jam untuk talk time di 3G, dan 28 jam browsing di web menggunakan WiFi.

Smart Amplifier dengan 2X Volume Boost

ASUS ingin pengguna perangkatnya benar-benar mendapkan filosofi “MAX” pada keluarga ZenFone Max, dengan cara menghadirkan fitur performa tinggi pada ZenFone Max Pro. Di dalam game, para pemain juga menginginkan keluaran audio yang berkualitas.

Sehingga, akhirnya ASUS bekerja untuk meningkatkan kinerja audio telepon. Hal tersebut dilakukan dengan cara menanamkan fitur sistem speaker lima magnet, ditambah dengan amplifier pintar dari NXP. Hal ini memungkinkan smartphone untuk memberikan output audio berlapis dan bernuansa, sehingga tidak ada detail dari audio yang hilang.

Konektivitas

Seperti umumnya ponsel kategori kelas menengah lainnya, ZenFone Max Pro M1 sudah dilengkapi pula dengan slot dual SIM yang keduanya mendukung jaringan 4G secara bersamaan. Jadi, indikator sinyal yang terdapat pada status bar yang berada pada bagian atas perangkat menunjukkan aktif 4G secara serentak tanpa harus bergantian. Ini tentu saja merupakan fitur yang patut untuk mendapatkan apresiasi, pasalnya pengguna yang memiliki dua kartu dari operator berbeda dapat memanfaatkan paket data secara bergantian tanpa harus repot menggantinya secara manual.

Urusan konektivitas, ponsel ini hanya membawa Bluetooth dan port microUSB. Tidak ada inframerah seperti pada ponsel garapan Xiaomi, sehingga Anda tidak bisa mengendalikan peralatan elektronik rumah tangga dengan memanfaatkan smartphone ini. Meski dalam paket penjualannya belum disertakan kabel USB OTG, namun nyatanya ponsel ini sudah mendukung fitur tersebut. Sementara dengan fitur reverse charging, perangkat ini dapat pula berfungsi sebagai powerbank untuk mengisi daya baterai ponsel lainnya.

Dual Kamera untuk Hasilkan Foto Potrait Memukau
Bagi traveler dan pecinta fotografi mobile, ZenFone Max Pro menawarkan kamera ganda, di mana kamera kedua berfungsi untuk menghasilkan tingkat kedalaman foto, menghasilkan efek bokeh yang lebih akurat dalam mode potret. Dengan satu lensa berfokus pada gambar jarak dekat dan yang lain pada objek yang jauh, pengguna dapat dengan mudah membuat foto subjek dengan latar belakang yang buram. Mode real-time beauty digabungkan dengan lampu kilat LED Softlight juga menyajikan hasil foto terbaik pengguna saat berselfie atay memotret wajah.

Sensor kamera utama M1 disokong oleh apperture f/2.2 yang kemudian dipadukan bersama sensor kedua dengan bukaan lensa f/2.4 untuk menghasilkan gambar dengan efek bokeh yang memikat. Bagi pengguna yang mengharapkan hasil yang optimal, Kami menyarankan Anda untuk memotret pada lingkungan dengan cahaya yang memadai serta jarak sekitar dua meter.

Beranjak pada pengaturan yang dijejalkan, Anda bisa menentukan nilai ISO, exposure dan white balance untuk memaksimalkan kualitas gambar yang dihasilkan. Sementara untuk mode pemotretan yang dibenamkan cukup bervariasi mulai dari HDR, Portrait, Landscape, Sports, Flowers, Backlight, Candlelight, Sunset, Night, Beach dan Snow. Uniknya, gambar dengan efek bokeh bisa didapat dengan menggunakan mode Portrait atau Depth Mode. Menggunakan kamera belakang, pengguna tetap dapat mengaktifkan beauty mode yang memiliki empat preset, yaitu low, mid, high dan custom.

Salah satu daya tarik utama dari kamera belakang ZenFone Max Pro M1 terletak pada kemampuannya dalam mengabadikan video dengan resolusi 4K DCI atau UltraHD. Perihal pengaturannya sudah dibekali pula dengan white balance. Meski demikian pengguna harus betul-betul berhati-hati saat memegang perangkat ketika perekaman berlangsung mengingat ponsel ini belum dibekali oleh fitur OIS.

sampleselfiem1

Secara keseluruhan, pemotretan dan perekaman video di dalam dan di luar ruangan dengan memanfaatkan kamera belakangnya memang memperlihatkan hasil yang memadai. Namun demikian dalam kondisi gelap lampu kilat LED yang dipancarkan tercatat cukup menyilaukan sehingga akan berimbas pada hasil foto dengan tingkat kecerahan yang tidak beraturan. Hal ini harus mendapatkan catatan tersendiri karena lampu kilat LED yang digunakan memang tidak masuk dalam jenis dual Tone Dual LED Flash.

outdoor-m1

Bergeser pada kamera depan, Anda dapat melihat kamera tunggal dengan ukuran 8 megapiksel tertanam pada bagian dahinya. Sebuah lampu kilat LED tampak berjajar mendampinginya dalam memberikan bantuan pencahayaan. Mode beauty masih setia menemani, meski pengguna hanya dapat memilih meningkatkan kehalusan dan kecerahan kulit wajah saja. Selebihnya tidak ada pengaturan yang memungkinkan supaya hidung Anda tampak lebih mancung, mata lebih lebar atau pipi lebih tirus.

lowlight-indoor-bokeh-m1'

lowlight-indoor-nobokeh-m1

atas: foto indoor dengan efek bokeh. Bawah: hasil foto indoor tanpa bokeh

Hasil pengambilan gambar di dalam ruangan juga memproduksi noise yang agak tinggi sehingga mengurangi ketajaman swafoto yang dilakukan. Sementara lampu kilat LED yang dipancarkan lagi-lagi menunjukkan penyebaran cahaya yang kurang merata seperti halnya pada kamera belakang.

siter-m1

Kesimpulan
Mengedepankan panel sentuh seluas enam inci, ASUS ZenFone Max Pro M1 juga mengunggulkan desain bezel tipis yang memang lagi naik daun. Lalu dapur pacu Qualcomm Snapdragon 636 juga telah disiapkan sebagai daya tarik utamanya. Pemilihan dapur pacu yang memanfaatkan custom core Kryo 260 ini juga menjanjikan adanya performa yang jauh lebih tinggi berkat penggunaan inti prosesor Cortex-A73. Digandengkan dengan inti prosesor Cortex-A53 yang memiliki keunggulan dari sisi konsumsi daya yang lebih efisien tentu jadi perpaduan yang sempurna pada ponsel kelas menengah ini.

Kelebihan

Kekurangan

  • Qualcomm Snapdragon 636
  • Baterai 5000mAh dengan Quick Charge
  • Dedicated MicroSD slot
  • Kamera selfie kurang oke
  • Minus polesan antarmuka khas vendor
  • Sebagian unit tidak dibekali Gyroscope

Tawaran harga yang paling murah di kelasnya juga membuat perangkat ini cocok bagi pengguna yang menyukai bermain game kelas berat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Terlebih lagi dengan adanya baterai sebesar 5.000mAh yang dapat berfungsi pula sebagai powerbank. Dari segi konektivitas juga mumpuni dengan kemampuan dual SIM 4G aktif yang dapat berganti secara otomatis. Belum lagi dua kamera di bagian belakang yang memadai untuk menghasilkan gambar dengan efek bokeh yang kini lagi ngetren.

Meski hanya memiliki RAM dengan kapasitas 3GB serta penyimpanan internal hanya sebesar 32GB, namun ponsel ini dapat diperluas menggunakan kartu microSD yang diletakkan pada slot mandiri. Ini artinya pengguna dapat menempatkan dua slot kartu nano SIM bersama satu kartu microSD secara berbarengan.(GG)

Last modified on Thursday, 24 May 2018 08:12

Go to top