Review Asus Zenfone Live L1: Tampil Kekinian, Harga 1 Jutaan

Asus-zen-live

Segmen pasar entry-level kedatangan satu smartphone baru dari Asus. Adalah Zenfone Live L1 smartphone anyar yang belum lama ini dilepas vendor asal Taiwan ke pasar Indonesia. Dari sisi harga jual, smartphone ini dilego di kisaran Rp1 jutaan. Dengan harga yang tidak terlalu menguras kocek, lantas apa yang hendak ditawarkan Asus lewat jagoannya yang satu ini. Penasaran? Yuk, simak saja review-nya berikut ini.

unboxing

  • Paket Penjualan     : Handset, charger, kabel data, buku manual, kartu garansi, softcase
  • Warna             : Midnight black, Space Blue, Shimmer Gold, Rose Pink
  • Harga             : Rp 1.399.000

Desain
Di lihat label harganya yang tergolong ramah di kantong, dari sisi desain Asus Zenfone Live L1 sudah tampil kekinian. Itu setidaknya, bila melihat bodi smartphone yang cenderung ramping dan memanjang, efek dari aspek rasio layarnya yang sudah 18:9. Kendati demikian, seperti smartphone berbanderol miring umumnya, Zenfone Live L1 yang sudah mengusung desain unibodi nampak masih dibalut oleh material plastik dengan sapuan warna hitam dove.

layar-depan-Zenfone-live

Dengan dimensi keseluruhan smartphone yang ada di kisaran 147,3 x 71,8 x 8,2 mm, membuat Zenfone Live L1 terasa pas digenggam dan diakses dengan satu tangan. Kalau dilihat fisiknya, smartphone disajikan dalam format persegi panjang dengan bagian sudut menumpul. Panel belakang smartphone terlihat cembung dengan area sisi yang sedikit dibuat berlekuk, namun tetap menimbulkan kesan ergonomis dan solid ketika digenggam. Ukuran bodi yang setara dengan smartphone 5 inci juga membuat Zenfone Live L1 tak begitu mengganggu bila diletakkan di saku.

kamera-belakang-zenfone-live

Adapun untuk tata letak komponen yang menghiasi penampakan luar smartphone, di area depan, khususnya di bagian atas smartphone bertengger seperangkat komponen, seperti lampu indicator, lampu flash LED, receiver, dan sensor kamera depan. Sementara di bagian bawah layar nampak dibiarkan kosong tanpa komponen apa pun.

volume-zenfone-live

Beralih ke area sisi sebelah kanan, terlihat ada dua tombol, yakni tombol volume dan tombol power. Sementara di area sebaliknya, yakni di ruas sisi kiri hanya terdapat slot kartu SIM dan microSD. Bila jack audio 3.5 mm berada di sisi atas, maka di sisi bagian bawah terdapat port microUSB yang diapit lubang speaker. Adapun di bagian belakang, seperti biasa di sini bisa ditemui adanya sensor kamera utama beserta LED flash-nya, tepat di sayap kiri bagian atas.

sim-card-zenfone-live

Layar 5.5 Inci, Rasio 18:9  
Kalau bicara mengikuti tren, sejatinya apa yang ditawarkan Zenfone Live L1 dari sisi display sih sudah tak ketinggalan. Alih-alih mengusung format layar berasio 16:9, sebagaimana disebut smartphone ini tampil dengan layar memanjang. Aspek rasio layar Zenfone Live L1 sudah 18:9 dikombinasi dengan diagonal 5.5 inci yang area sudut layarnya menumpul (rounded). Resolusi yang ditawarkan sekelas HD+, membuat smartphone bisa memancarkan konten dengan kepadatan hingga ~293 ppi. Secara keseluruhan, Zenfone Live L1 memiliki rasio layar ke bodi hingga 82%.  

Jenis layarnya yang digunakan Asus Zenfone Live L1 sendiri tak lain adalah IPS LCD yang tergolong cukup mainstream. Seperti banyak dibahas, jenis layar seperti ini memiliki kelebihan di antaranya adalah konten yang dipancarkan cukup baik dan masih dapat terlihat, bahkan bila dipandang pada sudut tertentu.

Mengacu pada aspek rasio yang dibawanya, bila dibanding dengan smartphone yang masih 16:9, dengan ukuran yang sama, meski tak terlalu signifikan, layar 18:9 terlihat lebih banyak menampilkan konten, khususnya ketika kita gunakan untuk browsing. Dari segi pengalaman yang diberikan, layar 18:9 yang dikenakan Zenfone Live L1 juga sedikit lebih baik, utamanya ketika digunakan untuk menonton video ataupun bermain game.

Dari performa layarnya sendiri, berdasarkan pengalaman penulis menggunakan smartphone ini, sisi responsivitasnya masih tergolong sangat baik. Akses multi-touch layar Zenfone Live L1 juga sudah memadai di mana sudah memiliki kemampuan untuk bisa disentuh maksimal hingga lima titik secara bersamaan.

Untuk mengutak-atik tampilan agar mendapatkan komposisi yang pas untuk pengguna, sejumlah fasilitas standar tersaji di menu Setting > Display. Misalnya, bagi yang ingin menampilkan aplikasi tertentu dalam format full screen, kita bisa memanfaatkan fasilitas bernama App Scaling. Namun perlu dicatat, tidak semua aplikasi yang ada support untuk ditampilkan secara penuh.

Nah, bagi yang kurang sreg dengan jenis font yang digunakan versi default, di menu Setting > Display ada fasilitas bernama Font Type. Di sini kita dimungkinkan untuk menggunakan font lain yang kita sukai. Ada tiga pilihan tersaji, yakni Default Font, Felbridge dan Syndor. Tidak hanya jenis font-nya saja, ukuran font pada smartphone juga bisa diatur besar kecilnya lewat menu Font Size.
Android 8.0 Nougat + ZenUI 5

Zenfone Live L1 sudah membenamkan sistem operasi Android 8.0 Oreo yang dipermanis dengan ZenUI 5. Kalau dari sisi antarmuka yang ditawarkan, secara umum Zenfone Live L1 sudah sangat sederhana dan simpel. Aplikasi bawaan yang disajikan juga tidak terlalu banyak. Jadi, kalau di dalamnya tidak terdapat aplikasi populer yang biasa digunakan pengguna, jalan satu-satunya kita harus mendownload-nya via Google Play Store.

Bila ada aplikasi yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah Mobile Manager, yang di dalamnya ada beberapa menu, seperti untuk melihat penggunaan data (data usage), PowerMaster, Memory Cleaner, Notifications, CleanUp, dan Security & Permission.
Tidak ketinggalan, dari sisi keamanan, selain bisa lewat password, pattern, dan pin, smartphone ini telah dibekali kemampuan face unlock. Fitur ini cukup membantu bagi pengguna, baik dari sisi privasi maupun dari sisi kemudahan ketika membuka membuka layar smartphone. Di mana cukup menghadapkan muka ke smartphone ketika ingin membuka layar. Tapi perlu dicatat, meski sudah membawa fitur face unlock, smartphone ternyata tidak dibekali fitur keamanan biometrik lain seperti sensor sidik jari.

Belum Dual-Camera, Tapi …
Sejatinya tidak ada yang istimewa dari Asus Zenfone Live L1 ketika bicara soal alat bidik momen yang ditawarkannya. Hampir mengikuti smartphone kebanyakan yang dijual di harga Rp1 jutaan, untuk urusan fotografi, Zenfone Live L1 mengandalkan kamera utama 13 MP (f/2.0), tentu dengan sejumlah atribut menyertainya, seperti phase detection autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, HDR, panorama, dan kemampuan rekam video 1080p@30fps.

kamera-Asus-Zenfone-Live

Itu baru kamera utama yang terletak di bagian belakang, bagi mereka yang suka selfie, smartphone ini menyediakan fasilitas kamera depan berkekuatan 5 MP (f/2.4) disertai dengan LED flash. Dengan demikian, bagi yang mengidamkan smartphone berkemampuan dual-camera, nampaknya Zenfone Live L1 bukanlah yang dimaksud. Kendati demikian, tidak ada salahnya bila kita lihat hasil jepret dari kedua kamera smartphone anyar vendor asal Taiwan ini.

Melongok ke aplikasi kamera, di sini terdapat sejumlah menu, dari sisi kiri kita akan menemui enam buah ikon untuk akses lampu flash, timer, mode portrait, aspek rasio hasil foto, HDR, dan ikon menu setting. Sementara di sisi kanan terdapat lima ikon, di antaranya akses cepat ke gallery, tombol switch kamera depan/belakang, tombol shutter, tombol rekam video, dan mode beauty. Sebagaimana terlihat, fasilitas yang disuguhkan kamera Zenfone Live L1 untuk mendapatkan hasil bidik sesuai keinginan tergolong memadai.

indoor-Asus-Zenfone-Live

kamera-Asus-Zenfone-Live-L1

Bicara hasil bidik, berbekal kamera beresolusi 13 MP, kamera belakang Zenfone Live L1 tergolong sudah cukup baik untuk digunakan menjepret momen. Hasil bidik yang tersaji terlihat cukup tajam dengan komposisi warna natural. Intinya sih, meski tidak terlalu istimewa, menjepret momen menggunakan kamera Asus Zenfone Live L1 sudah memadai. Satu catatan menarik, meski tidak hadir dengan fitur dual-camera, ternyata alat bidik di Zenfone Live L1 juga bisa menangkap objek dengan efek bokeh. Untuk mendapatkan hasil bidik dengan efek bokeh, aktifkan saja mode portrait, cukup semudah itu.

Adapun bagi yang gemar selfie, nampaknya harus puas dengan alat bidik bagian depan yang sekelas 5 MP. Sejujurnya, foto yang dihasilkan Zenfone Live L1 sejatinya sudah cukup menjawab bagi mereka yang suka mengaktualisasikan diri lewat kamera depan smartphone. Meski tidak bisa dibilang istimewa, hasil bidik masih relatif baik. Jangan lupa, smartphone ini menyediakan sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan guna mendapatkan hasil foto sesuai keinginan. Seperti hal kamera belakang, dengan cara yang sama lewat kamera depan kita juga bisa melakukan selfie dengan efek bokeh.  

Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53 & RAM 2GB
Di sektor penyokong kinerja, Zenfone Live L1 mengandalkan chip besutan Qualcomm. Dalam hal ini, smartphone menggunakan prosesor Qualcomm MSM8917 Snapdragon 425 yang memiliki konfigurasi berupa chip Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53 dan pengolah grafis Adreno 308.

hardware Asus Zenfone Live

Pada unit yang PULSA review kali ini, Zenfone Live L1 datang dengan suguhan RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Bagi yang kurang puas dengan kapasitas memori internal yang ditawarkan, untungnya Zenfone Live L1 menyediakan slot kartu microSD untuk dapat memperluas penyimpanan.

Nampak dari spesifikasi jeroan yang dibawa, smartphone ini kian mempertegas posisinya sebagai perangkat entry-level. Bicara soal kinerjanya, secara keseluruhan smartphone masih meladeni dengan sangat baik sejumlah aktivitas pengguna seperti untuk browsing, akses jejaring sosial, dan menonton video. Dijajal untuk menjalankan game Street Racing 3D, performa smartphone masih cukup gesit untuk meladeni game bergenre balap ini.

Adapun untuk uji benchmark yang PULSA lakukan, secara umum berdasarkan pengujian menggunakan software AnTuTu, smartphone hanya mampu mencetak skor cukup standar yakni 39854. Ketika diuji dengan software benchmark 3D Mark, jenis pengujian yang dijalankan adalah Sling Shot, dengan skor hanya 68.

Antutu v7.0.5

39854

Geekbench 4 (single-core & multi-core)

671 (single-core) & 1637 (multi-core)

Geekbench (Compute)

1407

3D Mark (Sling Shot)

68

GFXBench (High-Level Test)

344.7 Frames (Manhattan), 172.9 Frames (1080p Manhattan Offscreen), 723.3 Frames (T-Rex), 424.8 Frames (1080p T-Rex Offscreen)

Tidak ketinggalan, PULSA juga telah melakukan uji benchmark dengan menggunakan software yang cukup populer juga, yakni Geekbench 4. Pada pengujian CPU, untuk single-core smartphone ini mencetak angka 671. Sementara untuk multi-core, skor dicetak ada di angka 1637.

benchmark-Asus-Zenfone-Live

Dari lembar spesifikasinya, Zenfone Live L1 juga sudah ditanamkan baterai cukup memadai dan tidak terlalu kecil, yakni berkapasitas 3000 mAh. Mengacu pada hasil pengujian yang PULSA lakukan, ketika digunakan untuk bermain game HD selama satu jam, baterai terkuras hingga 20%. Sementara untuk browsing di jalur 3G/4G baterai terkuras sebanyak 18%. Uji baterai lengkap bisa dilihat pada tabel tersaji.

Jenis Aktivitas

Persentase pengurangan

Game HD Play

20%

Browsing 3G/4G

18%

Video HD Playback

8%

Music Playback

3%

Kesimpulan

Kelebihan

Kekurangan

  • Harga miring
  • Layar sudah 18:9
  • Face Unlock
 
  • Bodi plastik
  • Belum dual-camera
  • Minus sensor sidik jari


Smartphone dengan layar 18:9 berbanderol murah sudah ada beberapa yang melenggang di pasar. Artinya, Zenfone Live L1 tidak sendiri dan bukan pula yang pertama. Namun yang pasti, kehadiran smartphone ini membuat pilihan kian bervariasi.
Bila ditimang-timang antara harga dan apa yang ditawarkan, secara keseluruhan Zenfone Live L1 tergolong cukup berimbang. Toh, meski ada sejumlah kekurangan, hal ini setidaknya bisa ditutup dengan sisi lebih yang ditawarkan Zenfone Live L1.
Jadi, menurut hemat penulis rasanya tidak berlebihan bila Asus Zenfone Live L1 dikatakan sebagai salah satu pilihan menarik di segmen harganya. Menurut Anda, bagaimana?

Penulis: Fauzi/@ozipage>

Last modified on Thursday, 12 July 2018 12:48

Go to top